Berikut Cara Tepat menentukan Harga Barang yang Akan Diekspor ke Jepang

Barang yang diekspor Indonesia ke Jepang

Ekspor ialah kegiatan menjual barang dari suatu negara ke negara lain yang sudah terjadi sejak lama. Salah satu negara yang bermitra dalam hubungan ekspor dengan Indonesia adalah Jepang.  Barang yang diekspor Indonesia ke Jepang dapat berupa barang tak terlihat (jasa atau layanan) maupun barang terlihat (memiliki bentuk fisik). Untuk menjualkan suatu barang ke Jepang maka ada beberapa komponen pembiayaan yang perlu Anda hitung.

Artikel ini menjawab pertanyaan Anda mengenai bagaimana cara yang tepat untuk menentukan harga barang yang akan diekspor ke Jepang.

Barang yang diekspor Indonesia ke Jepang

Alasan Mengapa Harga Ekspor Berbeda

Penetapan harga pasar tidak dapat dilakukan dengan asal-asalan. Dibutuhkan pemahaman yang baik menenai demand, biaya relatif dan persaingan pasar dengan produk serupa di pasar yang akan Anda bidik.

Di pasar Internasional, faktor-faktor yang menyebabkan harga ekspor berbeda sangat bervariasi. Anda perlu lebih cermat untuk melakukan analisisis kondisi yang ada pada pasar yang telah Anda pilih, cara penyusunan harga ekspor yang tepat dan membaca tingkat persaingan pasar.

Penentuan Harga Barang Ekspor

Ketika Anda berkeinginan atau sudah terjun di dunia ekportir maka Anda perlu memperhatikan harga barang. Harga barang yang Anda miliki akan berbeda disetiap negara. Hal ini dikarenakan ada beberapa pertimbangan yang mempengaruhinya.

Penentuan harga barang ekspor ditentukan dari biaya langsung dan tidak langsung yang digabungkan. Berikut ini hal-hal yang peru diperhatikan dalam mengkalkulasikan harga barang ekspor:

1. Sales Price (FOB) yang disepakati oleh eksportir dengan importir

Sales price adalah harga jual dasar sebelum ditambahkan dengan komponen-komponen biaya lainnya.

2. Ongkos Angkut

Ongkos angkut merupakan biaya yang dikeluarkan mulai dari pelabuhan eksportir ke pelabuhan importir.

3. Diskon (mengurangi)

Diskon merupakan pengurangan harga yang diberikan oleh ekportirb dari sales price atau berdasarkan kesepakatan.

4. Bunker Surcharge

Bunker surcharge merupakan biaya yang dikeluarkan sebagai baiay tambahan bunker.

5. FOB Price (Sales)

Fob price merupakan penjumlahan antara nomer 1 hingga nomer 4.

6. Devisa Umum

Rumus devisa umum yaitu 100% x buying rates x FOB price (sales)

7. Provisi Bank (mengurangi)

Provisi bank adalah biaya yang dipangkas dari nominal biaya peminjaman di bank. Provisi bank = … % x selling rates x (FOB) price (sale).

8. Pajak Ekspor

Pajak ekspor = … % x nilai ekspor

9. Pajak Tambahan

10. Penjumlahan antara devisa umum dengan beban-beban tambahan

11. Persyaratan harga

12. Profit yang diharapkan

13. HPE (harga pokok ekspor) umumnya harus dihitung per satuan, seperti kilogram, unit dan sebagainya.

Kesimpulannya banyak komponen harga untuk menjual barang yang diekspor Indonesia ke Jepang dengan harga yang tepat dan tidak mempengaruhi penurunan profit Anda. Komponen atau hal-hal yang dapat mempengaruhi harga barang ekspor, meliputi harga jual dasar, pajak, ongkos kirim, profit yang diharapkan dan lain sebagainya. Semoga artikel ini dapat membantu Anda menghitung harga barang ekspor yang sesuai.

Related Post