8 Kegiatan Ini Bisa Bikin Keuangan Anda Jadi Boros

Melakukan kegiatan sepele dalam keuangan cenderung diabaikan karena dianggap kurang penting dan tidak akan berpengaruh pada kondisi keuangan nantinya. Namun, tanpa disadari, hal sepele justru bisa menyebabkan sejumlah pengeluaran yang dapat berimbas pada sikap boros.

Meski nominal yang dikeluarkan untuk satu hal sepele tidak selalu besar, tapi bila dilakukan secara terus-menerus, maka akumulasinya cukup menguras isi dompet. Oleh karena itu, jangan mengabaikan hal-hal sepele dengan begitu mudahnya. 

Lantas, kegiatan sepele apa saja dalam keuangan yang bisa menyebabkan sikap boros?

Simak ulasannya berikut ini yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

1. Penarikan Tunai yang Tidak Dikontrol

Penarikan uang tunai merupakan hal yang wajar, terlebih lagi saat Anda membutuhkan uang untuk membeli sesuatu. Namun, intensitas penarikan yang tidak terkontrol berpotensi menyebabkan keborosan.

Meski nominal yang ditarik cuma Rp 50.000, bila dilakukan terus-menerus bisa menjadi Rp 500.000. Namun, Anda memilih untuk tidak memperdulikan hal sekecil ini. Akibatnya, pengeluaran bulanan melebihi anggaran yang ditetapkan, sehingga menimbulkan over budget. Jika ini terjadi, siapa yang mau disalahkan kalau bukan diri sendiri?

2. Parkir Kendaraan Sembarangan

Parkir sembarangan ternyata cukup berisiko. Apabila kendaraan hilang atau tergores, tidak ada satu orang pun yang bisa disalahkan karena kendaraan tidak dijaga secara legal. Bagaimana kalau hal ini terjadi pada kendaraan Anda?

Alih-alih ingin menghemat biaya parkir, yang ada pengeluaran justru bertambah besar. Lumayan kalau goresannya masih kecil, kalau besar pasti menjadi PR tersendiri. Sebaiknya patuhi aturan yang berlaku dengan memarkirkan kendaraan pada tempat yang seharusnya. Selain aman, kebiasaan ini dapat meminimalisir terjadinya biaya tak terduga.

3. Sering Isi Saldo Digital Wallet

Dalam satu bulan, berapa kali Anda mengisi saldo digital wallet? Meski biaya administrasi dari setiap pengisian saldo kecil, tapi jumlahnya bisa mencapai puluhan ribu bila diakumulasikan. 

Pengisian yang semakin sering juga mendorong Anda untuk bersikap konsumtif. Alih-alih ingin menikmati berbagai cashback, kenyataannya justru meningkatkan pengeluaran menjadi dua kali lipat. Sebaiknya tetapkan budget khusus untuk pemakaian uang elektronik. Setelah itu, isi saldo sesuai budget agar Anda tidak perlu bolak-balik mengisi saldo dalam satu bulan.

4. Ngopi di Kafe

Banyak anak muda yang menghabiskan sisa hari kerja atau weekend untuk ngopi. Menyenangkan sih iya, tapi Anda harus menyiapkan anggaran khusus kalau ingin menjadikan aktivitas ini sebagai suatu kebiasaan.

Anda bisa sana memilih secangkir kopi yang harganya murah, tapi tidak ada jaminan kalau ngopi saja cukup. Terkadang, Anda justru memesan makanan atau camilan untuk mengganjal isi perut. Ganti kebiasaan ngopi ini dengan kegiatan yang lebih menarik, seperti membaca, main game, atau menonton. Selain tidak menguras biaya, aktivitas sederhana ini juga ampuh untuk menghilangkan stres.

5. Konsumsi Makanan Cepat Saji

Bila ingin praktis, mengonsumsi makanan cepat saji merupakan pilihan yang tepat. Harganya juga lebih murah dan cita rasanya juga tidak kalah enak dibandingkan makanan di restoran.

Meski demikian, terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji dapat membahayakan kesehatan. Ketika Anda jatuh sakit, maka uang yang dikeluarkan untuk biaya pengobatan menjadi lebih besar. Imbangi pola makan Anda dengan gaya hidup yang lebih sehat. Meski mahal, tapi kebiasaan ini merupakan bentuk investasi untuk kesehatan sehingga Anda tidak perlu menghemat biaya kesehatan.

6. Terlambat Membayar Tagihan 

Bukannya tidak ada uang, tapi pengeluaran ini timbul karena Anda suka menunda-nunda waktu. Ujung-ujungnya jadi lupa membayar tagihan sehingga muncul denda dalam jumlah tertentu.

Memang, denda dari setiap tagihan yang dibebankan kepada Anda tidak besar. Namun kalau dendanya ada empat atau lima jenis, maka uang yang dikeluarkan pun menjadi lebih besar.

Untuk menghindari hal ini, sebaiknya gunakan sistem autodebet untuk semua tagihan Anda. Cara ini jauh lebih baik daripada uang terbuang sia-sia untuk membayar sesuatu yang merupakan kecerobohan diri sendiri.

7. Pemakaian Kuota Internet untuk Menghilangkan Bosan

Setiap orang pasti pernah merasa bosan dengan rutinitas sehari-hari. Namun, berselancar di internet bukan cara yang tepat untuk menghilangkan kebosanan dan menghabiskan sisa waktu. Anda boleh berasumsi kalau membeli kuota internet sama sekali tidak merugikan, apalagi untuk menyenangkan diri sendiri. Namun, Anda harus memperhitungkan biaya yang timbul akibat tindakan ini.

Memang, beberapa provider menawarkan paket internet murah untuk menghemat pengeluaran. Meski harga paket murah, tapi kalau pemakaian tidak dapat dikontrol sama saja tetap boros, kan?

8. Menghadiri Suatu Acara

Kurang afdol rasanya bila datang ke suatu acara dengan tangan kosong. Sebut saja acara ulang tahun, syukuran rumah baru, atau anniversary pernikahan teman. Agar lebih proper, Anda mesti membawa hadiah yang sudah dibungkus rapi dan cantik.

Saat membeli hadiah, Anda harus rela mengeluarkan uang sekitar Rp100.000 – Rp150.000. Range harga ini untuk hadiah yang tergolong biasa, seperti alat-alat makan atau mainan. 

Jika ingin memberi hadiah yang istimewa, maka budget yang disiapkan tentu lebih besar. Aktivitas menyenangkan seperti ini saja ternyata cukup menguras isi dompet, ya? 

Sadari Kebiasaan Boros dan Atur Keuangan

Masih banyak kegiatan sepele lainnya yang bisa menyebabkan pemborosan. Agar hal ini tidak terjadi berkepanjangan yang membuat keuangan menjadi buruk, sebaiknya segera sadari kebiasaan dari kegiatan buruk yang bikin boros keuangan. Setelah itu, mulailah perlahan-lahan atur keuangan dengan baik.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *